Pengetahuan

Kamis, 14 Juni 2012

psikologi pengukuran


Tugas psikologi pengukuran
Review jurnal pengukuran
Nama : dedhy awan
Nim : 4510091040

Jurnal
Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma
Maret 2008 Desiani Maentiningsih
Hubungan antara secure attachment dengan motivasi berprestasi pada remaja

ABSTRAKSI  
Masa remaja merupakan periode penting dalam rentang kehidupan manusia. Pada masa remaja, teman sebaya atau peers memiliki arti yang amat penting. Umumnya mereka ikut dalam kelompok-kelompok, klik-klik, gang-gang atau peer group dimana perilaku dan nilai-nilai kolektif remaja sangat dipengaruhi oleh perilaku serta nilai-nilai individu yang menjadi anggotanya. Pada masa ini remaja memiliki kebutuhan-kebutuhan selama masa remaja diantaranya adalah kebutuhan akan kasih sayang atau secure attachment dan kebutuhan berprestasi atau motivasi berprestasi. Dimensi karakteristik secure attachment dapat berupa sikap hangat dalam  berhubungan dengan orang lain, tidak terlalu bergantung pada orang lain, tidak akan menjauhi orang lain, sangat dekat dengan orang yang disayangi, lebih empati, sangat percaya pada orang yang disayangi, dan lebih nyaman bersama dengan orang yang disayangi. Sedangkan dimensi motivasi berprestasi berupa karakteristik tanggung jawab, mempertimbangkan resiko pemilihan tugas, memperhatikan umpan balik, kreatif dan inovatif, waktu penyelesaian, dan keinginan menjadi yang terbaik. Sehingga peneltian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara secure attachment dengan motivasi berprestasi pada remaja. Responden dalam penelitian ini berjumlah 60 orang yang dibagi 20 orang setiap kelas dari kelas 1 sampai kelas 3 murid SMU laki-laki dan perempuan.  Untuk pengukuran secure attachment dan motivasi berprestasi dilakukan uji validitas dengan korelasi product moment dan reliabilitas dengan alpha cronbach dengan bantuan SPSS versi 11.05 for windows. Pada angket secure attachment dengan 42 aitem yang diuji cobakan terdapat 11 aitem yang dinyatakan gugur dan aitem yang valid bergerak antara 0.3277 sampai dengan 0.7192. sementara pada angket motivasi berprestasi dengan 50 aitem yang diuji cobakan terdapat 11 aitem yang dinyatakan gugur dan aitem yang valid bergerak antara 0.3170 sampai dengan 0.9295 dan hasil uji reliabilitas secure attachment diperoleh nilai sebesar 0.9291dan hasil uji reliabilitas motivasi berprestasi diperoleh nilai sebesar 0.9385. keduanya memiliki reliabel  yang cukup karena mendekati 1.  Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil pada remaja sama-sama memiliki mean empirik secure attachment dan motivasi berprestasi yang lebih tinggi dari nilai mean hipotetiknya. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara secure attachment pada remaja dengan motivasi berprestasi. Kemudian berdasarkan hasil dari analisis data dengan korelasi rank spearman diperoleh nilai korelasi spaerman’s rho sebesar 0.995 dan sig (2-tailled) 0.000 (p<0.01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara secure attachment dengan motivasi berprestasi pada remaja. Maka hipotesis ha diterima.  Adanya hubungan yang signifikan antara secure attachment dengan motivasi berprestasi pada remaja tersebut dikarenakan adanya faktor-faktor yang dominan seperti jenis kelamin, usia, urutan anak dan tinggalnya subjek penelitian. 
PENDAHULUAN
Masa remaja merupakan periode penting dalam rentang kehidupan manusia, karena masa remaja adalah suatu periode peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Pada masa ini remaja merasakan adanya perubahan yang terjadi pada dirinya seperti perubahan fisik yang hampir menyerupai orang dewasa atau yang biasa disebut dengan masa puber, perubahan sikap, perasaan atau emosi yang sering tanpa disadari oleh remaja itu sendiri seperti rasa malu, gembira, iri hati, sedih, takut, cemas, cemburu, kasih sayang dan rasa ingin tahu. Seperti yang dikemukakan oleh Mappiare (1982) yang mengatakan sebagian besar remaja mengalami ketidakstabilan dari waktu ke waktu sebagai konsekuensi dari usaha penyesuaian diri pada pola perilaku dan harapan sosial yang baru namun meskipun emosi remaja seringkali sangat kuat dan tidak terkendali tetapi pada umumnya dari tahun ketahun terjadi perbaikan perilaku emosional.  Pada masa ini remaja mulai mencari jati dirinya dimana hal ini akan menentukan kehidupannya dimasa dewasa nanti. Orangtua memegang peranan penting khususnya pada masa remaja karena akan mencegah seorang remaja terjerumus oleh lingkungan dan teman sebaya yang memberikan pengaruh negatif seperti tawuran antar pelajar, kekerasan fisik dan seks, penyalahgunaan narkoba, free sex, VCD porno dan lain sebagainya. Selain perubahan fisik dan emosi, remaja juga mengalami perkembangan dan perubahan intelegensi yang cukup pesat dimana pada masa remaja giat mencari informasi mengenai hal-hal yang baru baginya,
Pada masa ini remaja ingin dirinya diterima sebagai individu yang memiliki wawasan yang sama dengan orang dewasa lainnya, dan semakin banyak wawasan yang dimiliki oleh seorang remaja maka kebutuhan remaja untuk dihargai akan
menumbuhkan rasa kepercayaan diri. Semakin tinggi rasa percaya diri seorang remaja maka ia akan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana remaja itu berada. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Panuju (1999) yang mengatakan apabila seorang remaja dapat menyesuaikan diri dengan baik dengan lingkungannya, maka dapat dikatakan remaja tersebut telah berhasil menyesuaikan diri secara pribadi maupun sosial. 
Menurut Conger (Heaven & Callan, 1990) remaja biasanya menganggap hubungan yang baik dengan orangtua jauh lebih penting ketika mereka mendapat dukungan positif dan kasih sayang dari orangtua sehingga remaja tidak terlalu bergantung pada peersnya. Salah satu bentuk keterikatan kasih sayang yang dimulai dari kehidupan individu adalah secure attachment. Secure attachment merupakan salah satu dari tipe-tipe attachment yang dikembangkan pertama kali oleh Bowlby. Secure attachment merupakan keterikatan yang aman berupa kasih sayang yang diberikan orangtua pada anak secara konsisten dan responsif dalam menumbuhkan rasa aman dan kasih sayang (Morrison, 2002). 
Menurut McClelland (Santrock, 1999) pada masa remaja cenderung memiliki motivasi dalam dirinya dan salah satu motivasi yang ingin dicapai pada masa remaja adalah motivasi berprestasi. Menurut Gunarsa (1991) motivasi berprestasi adalah sesuatu yang ada dan menjadi ciri dari kepribadian seseorang dan dibawa dari lahir yang kemudian ditumbuhkan dan dikembangkan melalui interaksi dengan lingkungannya.
Remaja yang matang secara fisik dan emosi ini tidak terlepas dari dukungan dan kasih sayang orangtua dalam bentuk keterikatan yang aman (secure attachment). Seorang remaja yang apabila dimasa kanak-kanak telah memiliki karakteristik individu yang memiliki secure attachment maka dengan seiring berjalannya waktu mereka akan tumbuh dengan karakteristik secure attachment yang menurut Santrock
Sekilas tentang alat tes yang digunakan
Untuk pengukuran secure attachment dan motivasi berprestasi dilakukan uji validitas dengan korelasi product moment dan reliabilitas dengan alpha cronbach dengan bantuan SPSS versi 11.05 for windows. Pada angket secure attachment dengan 42 aitem yang diuji cobakan terdapat 11 aitem yang dinyatakan gugur dan aitem yang valid bergerak antara 0.3277 sampai dengan 0.7192. sementara pada angket motivasi berprestasi dengan 50 aitem yang diuji cobakan terdapat 11 aitem yang dinyatakan gugur dan aitem yang valid bergerak antara 0.3170 sampai dengan 0.9295 dan hasil uji reliabilitas secure attachment diperoleh nilai sebesar 0.9291dan hasil uji reliabilitas motivasi berprestasi diperoleh nilai sebesar 0.9385. keduanya memiliki reliabel  yang cukup karena mendekati 1.  Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil pada remaja sama-sama memiliki mean empirik secure attachment dan motivasi berprestasi yang lebih tinggi dari nilai mean hipotetiknya. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara secure attachment pada remaja dengan motivasi berprestasi. Kemudian berdasarkan hasil dari analisis data dengan korelasi rank spearman diperoleh nilai korelasi spaerman’s rho sebesar 0.995 dan sig (2-tailled) 0.000 (p<0.01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara secure attachment dengan motivasi berprestasi pada remaja. Maka hipotesis ha diterima.
HIPOTESIS
Adanya hubungan yang signifikan antara secure attachment dengan motivasi berprestasi pada remaja

METODE PENELITIAN
A. Identifikasi variabel-variabel penelitian
 Dalam penelitian ini beberapa variabel
yang akan dikaji adalah : 1.  Variabel prediktor   : Secure attachment 2.  Variabel kriterium  : Motivasi berprestasi  
B. Definisi operasional variabel penelitian
 Definisi operasional dari variabel penelitian ini adalah : 1. Secure attachment adalah keterikatan yang aman secara emosional antara orangtua dengan anak sebagai dasar perkembangan yang secara konsisten peranannya bagi perkembangan psikologis yang ditandai dengan sikap hangat terhadap orang lain, tidak terlalu bergantung pada orang lain, tidak menjauhi orang lain, sangat dekat pada orang yang disayangi, lebih empati terhadap orang lain, sangat percaya pada orang yang disayangi serta lebih nyaman bersama orang yang disayangi yang kemudian digunakan sebagai indikator-indikatornya.  
2. Motivasi berprestasi adalah keinginan dan pendorong seseorang untuk mencapai kesuksesan atau memperoleh sesuatu yang menjadi tujuan akhir yang dikehendaki serta harapan untuk berhasil dalam melakukan tugas yang diberikan dan melakukan tugas-tugas sulit secara cepat dan tepat. Indikatorindikator dari motivasi berprestasi adalah individu yang memiliki tanggung jawab, mempertimbangkan resiko pemilihan tugas, memperhatikan umpan balik, kreatif dan inovatif, waktu penyelesaian, dan keinginan menjadi yang terbaik.  
 C. Subjek penelitian
 Subjek penelitian ini adalah remaja :
1. Pelajar SMU kelas 1 sampai dengan kelas 3 SMU
2. Usia antara 15-18 tahun 3. Berjenis kelamin laki-laki dan perempuan  
E. Validitas dan reliabilitas alat pengumpul data
 Validitas adalah sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu instrumen pengukur (skala) dalam melakukan fungsinya (Azwar, 1999). Validitas sebuah tes memberitahu mengenai apa yang dapat disimpulkan dari skor-skor tersebut. Suatu instrumen dinyatakan valid apabila instrumen tersebut mampu mengukur apa yang hendak diukur dan seberapa baik instrumen itu bisa mengukur (Anastasi, 1997) pengujian validitas aitem bagi alat pengumpul data adalah angket mengenai secure attachment dan motivasi berprestasi pada remaja. Uji validitas dalam penelitian ini akan dilakukan dengan cara mengkorelasikan skor tiap-tiap aitem dengan total skor aitem (item total correlation).
Reliabilitas merujuk pada konsistensi skor yang dicapai oleh orang sama ketika mereka diuji ulang dengan tes yang sama pada satu kesempatan yang berbeda atau dengan seperangkat butirbutir ekuivalen yang berbeda atau dibawah kondisi pengujian yang berbeda. Reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauhmana suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan teknik alpha cronbach.
Uji validitas dan reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bantuan program komputer statistical packages for social sciences (SPSS) versi 11.05 for windows.

HASIL PENELITIAN
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis diketahui bahwa ada hubungan yang signifikan antara secure attachment dengan motivasi berprestasi pada remaja. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungannya dengan faktor-faktor yang mempengaruhi pada secure attachment dan adanya faktor peran orangtua yang cukup dominan misalnya adanya orangtua yang utuh dan memberikan kasih sayang, komunikasi antara orangtua dengan remaja yang baik, dan dukungan dari orangtua yang membuat remaja menjadi lebih percaya diri. Sedangkan motivasi berprestasi pada remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain keinginan untuk memperoleh pengakuan dari sekolah dll.


DAFTAR PUSTAKA  Ainsworth, M. 2002. Attachment. http://www.coping.org/courses/child/lectures /psy2l0_ lecture8infsocemodev.ppt  Allen, J. 1998. Teens actions closely tied to parental feeling. http://www.virginia. edu/topnews/textonlyarchie/J~anuary_1997/ curfew.txt  Anastasi, A., & Urbina, S. 1997. Tes psikologi alih bahasa : Robertus, H. Jakarta : PT. Prenhalindo.  Azwar, S. 1999. Penyusunan skala psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.  Blatt , S. J. 1991. Depression and self destruction behavior in adolescence.
Norwood : NJ Copyright by Ablex Publishing.Corp  Checkley, S. 1998. The management a depression. London. UK : Blackwell Science.  Collier, P. 1999. On research secure attachment important to teen communication. http://www.newswise.com/articies/1998/11/t eens-uva.html.   Echols, M. J. & Shadily. H. 1996. Kamus Inggris-Indonesia. Jakarta : Gramedia Pustaka.  Geller, S. 2002. Social motivation and work motivation. http://www.psych.yorku.ca/ mongain/chl.htm  Gerungan, W. A. 2002. Psikologi sosial (cetakan 15). Bandung : Refika Aditama.   Gunarsa, D. Singgih. 2003. Psikologi untuk keluarga (cetakan 15). Jakarta : Gunung Mulia.  Heaven, L. C. P  & Callan, J. V . 1990. Adolescence : An australian perspective. Sydney, Australia : Hardcourt Brace Javanovich Group.  Henningsen, M. 1996. Attachment disorder. http://www.netaxs.com/-sparky/adoption /attach-3.htm  Henry, C. Perceptions of family dynamics as predictors of adolescent adaptation. 2000. http://www.osuours.okstate.edu/report95/report/hes/family. html  Leavit, A. J. 1997. Psikologi manajemen (edisi keempat). Diterjemahkan oleh Muslichah Zarkasih. Jakarta : Erlangga.  Lingren, H. G. 1995. Adolescence and peer pressure. http://www.siecus.org/pubs/fact /fact.html 

Tidak ada komentar: